Jun 1, 2013

Obrolan June

June bukan Junedi
eh udah Juni sajakah, hehe.. apakabar jun?
jadi gini jun, maksud kedatangan saya kesini karena dituntun oleh waktu jun. apa juni nggak keberatan kalo saya masuk kedalem? (baca bulan). lalu junipun membalasnya dengan senyum dan berkata, aku dan sebelas temanku pun selalu mengijinkanmu untuk masuk kedalam rumahku kapanpun waktu berirama dan tentu atas kehendak yang kuasa. akupun senang dan berkata pada juni, oke, baiklah.. tapi tak disangka, juni meniupkan air yang lumayan membasahi saya, untungnya saya mengenakan mantel yang anti air, jadi saya tidak kebasahan. jun, kenapa kamu lakuin itu kepadaku? sambil tertawa dan mata bagaikan elang bak menyantap mangsa, juni berkata hahahaha.. eitz, tunggu dulu.. aku ijinkan masuk, tapi beritahu aku apa yang kamu dapatkan saat bersama Mei? hmm.. setidaknya aku bisa mendapat masukan darimu tentang apa yang harus aku lakukan. hanya itu yang dikatakan oleh Juni, lantas aku hanya memberikan jawaban yang mungkin juni sudah mengerti seharusnya apa yang musti dilakukan. aku cuma memiliki lima kata untuk menjawab pertanyaanmu itu juni. dan yang mei berikan kepadaku itu adalah suatu hal yang mungkin engkau bisa mengajarkan lebih dalam, yaitu tentang "iri, dengki, cemas, takut, ragu". walaupun mei sebenarnya mengajarkan saya banyak hal, tapi itulah yang saya lihat dan rasakan beberapa saat, bahkan yang lainpun juga merasakan termasuk kamu. baiklah jika itu yang engkau titik beratkan, sekarang silakan menikmati sajian dari namaku di urutann ke enam, akulah JUNI. tapi ingat, engkau harus tetap memegang bahwa "nafasmu adalah dzat suci dari Allah", aku ingin engkau mengatakan kepada dirimu sendiri, sebelum aku berkeliling melanjutkan perjalananku. saya rasa permintaan juni sungguh mudah, namun apa sesungguhnya yang ingin disampaikan Juni kepada saya. tapi sebelum juni berubah pikiran, langsung saja saya ucap apa yang dia inginkan. "nafasku adalah dzat sudi dari Allah". setelah saya mengatakan hal tersebut, angin terasa sangat kencang menusuk kedalam tulang. bukan sakit yang aku rasakan, namun dingin yang berada di tulang sementara daging yang menyelimuti masih terasa hangat bahkan panas untuk tulang ini.




bersambung..

No comments:

Post a Comment

Pada "Comment as:" kamu bisa pilih Anonymous atau Name/URL ;)