Apr 4, 2014

Membantu Atau Tidak Sama Sekali


Memang kopi selalu menjadi jembatan untuk berbagi
cerita, baik dikalangan tua atau dikalangan muda pada era ini. terlebih lokasi yang menjunjung enak dan mantap untuk bincang. sebenarnya tidak menyuguhkan kopi, namun susu lebih tepatnya di salah satu kedai yang berlokasikan di paringan, sleman. nggak perlu berlama langsung pada intinya.

enakan jadi bad boy atau nice guy?

percakapan seputar ini dan seputar itu, bahkan berputar putar sampai pusing ini pun bukan permasalahan yang sangat mendasar pada seorang pria. namun, anggapan ini tentunya tidak mendasar jika tidak dibuktikan dengan tanggapan dari perempuan. menariknya, dalam obrolan ini melibatkan salah satu teman saya yang juga menambah sudut pandang untuk menjawab pertanyaan di atas. pemikirannya sungguh menarik, dan apa yang dia katakan mampu membuka setidaknya beberapa kawan saya yang belum sadar sebagaimana penting dan sebagaimana mendesak kah permasalahan tersebut. dia perempuan menjawab, "sebenernya spele sih kalau ngomongin soal ini. perempuan tuh nggak ngeliat laki-laki atau adam dari kedua sudut tersebut. yang perempuan pengen simpel kok, cuma sebatas bisa jadi partner, kawan, lawan, musuh, kadang juga tempat buat curhat, dan satu hal yang paling penting, Atitude (sikap) dari adam itu. percuma bisa keduanya kalo nggak bisa ngambil sikap, udah itu." ya seperti itulah jawaban dari teman saya yang saya rasa bisa membuka pikiran kawan kawan saya. nah, kalau menurut saya sendiri gimana nanggepin hal yang kayak begitu itu? Lebih Simple lagi tentunya.. saking kebawa sama bahan obrolan apalagi pakai logat lo gue duh, ya ini doang kalau jawab saya tadi

"kalau gue bilang sih gini, Kadang susah jadi Nice Guy kalau prespektif personal 'mereka' (perempuan) sudah melihat sisi Bad Boy dalam diri elo. Tapi, ya itu balik lagi ke elonya. Yang paling penting kalo tambah gue sih tetep jadi diri sendiri dan elo enjoy sama apa yang lo anggep itu emang bener. gaperlu malu kali.."

celetuk perempuan temen saya "yes, jadi diri sendiri itu kuncinya. dah cukup.." sambil diselingi ketawa.

"ini tambah gue satu lagi, laki-laki itu kan ada masanya Bad Boy, ada pula masanya Nice Guy. perempuanpun juga sama, suatu saat pasti membutuhkan yang namanya Nice Guy. gitu bukan?

dan yang paling penting itu JANGAN SEKALI-KALI anggep mereka seperti kotak minuman!! Abis dapet, yaudah, selesai. udah gitu aja, cukup. terus dibuang. Iya, diminum, diremukin, dibuang. itu sama halnya elo ngeruntuhin hidup mulai dari kaki, paha, pangkal, perut, dada, kepala. balesannya pasti ada dan itu gak bakal sebanding sama yang lo rasain ntarnya, INGET!!"

nah kan, kebawa suasana yang tiba tiba ngerubah pikiran kecil jadi luber kemana-mana. ya itulah menariknya dari mereka mereka yang relain waktunya buat obrolin masalah baik buruk sedikit banyak atau lainnya. membantu atau tidak sama sekali, ya itu cuma obrolan, ambil positifnya, buang negatifnya. saring aja mana yang perlu dimasukin dan mana yang perlu ditampung. simpel kan :)



papringan, 3 april 2014 23:58
bersambung...

No comments:

Post a Comment

Pada "Comment as:" kamu bisa pilih Anonymous atau Name/URL ;)